Di tengah hiruk pikuk dunia, banyak orang mencari cinta. Namun tak sedikit yang lupa bahwa cinta sejati bukan sekadar tentang siapa yang membuat hati berdebar, melainkan siapa yang menuntun kita menuju Allah. Cinta yang benar bukan yang datang dengan tergesa, bukan yang lahir karena takut sepi, tapi cinta yang tumbuh perlahan disiram dengan doa, dijaga dengan sabar, dan dikuatkan oleh amal kebaikan.

Kita sering diajarkan untuk mencari pasangan yang “nyambung,” yang satu frekuensi, yang cocok di segala hal. Namun sering kali kita lupa, bahwa frekuensi yang paling penting bukan pada hobi atau selera, tapi pada arah sujud yang sama. Pasangan yang tepat adalah dia yang tidak hanya memegang tanganmu, tapi juga menggandeng hatimu menuju ridha Allah. Yang tidak hanya menenangkan dengan kata, tapi juga mengingatkan dengan doa. Yang tidak hanya membuatmu tertawa, tapi juga mengajarkan bagaimana bersyukur di setiap ujian.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya engkau beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim). Karena pernikahan bukan tentang siapa yang datang paling cepat, tapi siapa yang paling siap. Bukan tentang mencari yang sempurna, tapi tentang menemukan yang mau sama-sama memperbaiki diri.
Cinta sejati tidak hanya berbagi bahagia, tapi juga berbagi keberkahan. Ketika dua hati bersatu dalam niat untuk berbuat baik, cinta itu menjadi ladang pahala. Ketika tangan mereka terbuka untuk memberi, Allah pun membuka pintu rezeki yang tak disangka. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sedekah itu adalah bukti (keimanan).” (HR. Muslim). Betapa indahnya jika sebuah rumah tangga bukan hanya tempat beristirahat, tapi juga menjadi tempat menyalurkan kasih sayang kepada sesama. Pasangan suami istri yang setiap bulan menyisihkan sebagian rezekinya untuk adik-adik yatim dan dhuafa — bukan karena ingin dipuji, tapi karena ingin meneladani kasih sayang Rasulullah ﷺ.
Sedekah mengajarkan kita untuk memberi tanpa pamrih, sama seperti cinta yang tulus. Ia menumbuhkan empati, melembutkan hati, dan memperkuat ikatan batin. Karena ketika kita sama-sama memberi, kita sama-sama belajar menjadi hamba yang bersyukur. Rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah lahir bukan dari kemewahan, tapi dari kedermawanan. Dari tangan yang ringan memberi, dari hati yang tak lelah peduli, dan dari doa yang tak henti memohon keberkahan.

Cinta yang tumbuh karena doa dan amal tak lahir dari kata manis semata, tapi dari langkah nyata. Mulailah dengan satu niat: ingin bermanfaat. Tak perlu menunggu mapan, karena keberkahan tidak menunggu harta, tapi datang dari hati yang ikhlas. Melalui program donasi rutin untuk adik-adik yatim dan dhuafa, kita bisa menanam benih cinta yang tak hanya tumbuh di dunia, tapi juga berbuah di akhirat. Setiap senyum anak yatim adalah doa yang akan kembali kepada rumah tangga yang dermawan. Setiap sedekah yang diberikan bersama pasangan adalah batu bata untuk membangun rumah di surga. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 261: “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap bulir seratus biji.”

Cinta sejati adalah cinta yang tumbuh bersama doa, dan mekar karena amal. Bukan cinta yang cepat datang lalu cepat hilang, tapi cinta yang tumbuh perlahan — mengakar dalam iman, dan berbuah dalam kebaikan. Mari kita siapkan diri, bukan hanya untuk mencari pasangan hidup, tapi untuk menjadi pasangan yang hidup dalam kebaikan. Yang saling menuntun dalam sabar, saling mengingatkan dalam doa, dan saling menguatkan dalam sedekah. Karena cinta yang tumbuh karena Allah tak akan layu. Ia akan terus hidup — di dunia hingga ke surga.
Cinta yang sejati bukan hanya tentang “aku dan kamu”, tapi tentang “kita dan amal kebaikan”. Mari tumbuhkan cinta bersama doa, dan jaga keberkahannya bersama sedekah.
Untuk informasi dan donasi online:
1. Kunjungi www.yiaipeduli.or.id, menu Donasi
2. Pilih program
3. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
4. Masukkan nominal donasi
5. Pilih metode pembayaran melalui Pembayaran Instan, Virtual Account, Transfer Bank
6. Transfer ke nomor rekening yang tertera
7. Konfirmasi Ke WA Center Kami
Wa Center : +62 822 9509 2025
Website : https://yiaipeduli.or.id
Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya.
Semoga Allah membalas semua kebaikan Sahabat Kebaikan.
Baca artikel menarik lainnya:
Karpet Surga di Bumi: Menjaga Kebersihan Rumah Allah
Keutamaan Shalat Berjamaah: Menghidupkan Cahaya di Rumah Allah
Cahaya di Setiap Huruf: Keajaiban Membaca Al-Qur’an
Untuk mendapatkan lebih banyak informasi follow:
Instagram : https://www.instagram.com/iai__foundation/
facebook : https://web.facebook.com/InsanAnugrahIndonesia?_rdc=1&_rdr#
Youtube : https://www.youtube.com/@yayasaninsananugrahindones5626
#AnugrahUntukSemua