Bulan Sya’ban sering datang tanpa banyak disadari. Ia berada di antara Rajab dan Ramadhan, seolah hanya persinggahan singkat sebelum bulan suci yang ditunggu-tunggu. Namun dalam diamnya, Sya’ban menyimpan kedudukan istimewa. Ia dikenal sebagai bulannya Nabi Muhammad ﷺ, bulan yang begitu dekat di hati beliau, hingga Rasulullah memperbanyak ibadah di dalamnya lebih dari bulan-bulan lainnya.

Ketika Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu bertanya mengapa Rasulullah ﷺ banyak berpuasa di bulan Sya’ban, beliau menjawab bahwa bulan ini sering dilalaikan manusia, padahal di bulan inilah amal-amal diangkat kepada Allah. Nabi ingin ketika amalnya diangkat, beliau sedang dalam keadaan beribadah. Dari sini kita belajar bahwa Sya’ban bukan sekadar bulan penantian, melainkan bulan kesungguhan, bulan memperbaiki hubungan dengan Allah sebelum Ramadhan datang menyempurnakan.
Kedekatan Sya’ban dengan Nabi juga tercermin dari anjuran memperbanyak sholawat. Allah sendiri menegaskan dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.” (QS. Al-Ahzab: 56). Sya’ban menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak sholawat, seolah menata kembali cinta dan rindu kepada Rasulullah ﷺ, agar Ramadhan disambut dengan hati yang lembut dan penuh teladan.
Di bulan ini pula, Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya. Jiwa-jiwa yang ingin kembali diberi ruang untuk bersih, selama ia datang dengan hati yang tulus. Sebagaimana firman Allah, “Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan.” (QS. Asy-Syura: 25). Sya’ban menjadi pengingat bahwa sebelum kita meminta Ramadhan mengubah hidup, kita perlu lebih dulu melatih diri untuk berubah.
Maka, menyebut Sya’ban sebagai Bulan Nabi bukan sekadar gelar, tetapi ajakan halus untuk meneladani beliau. Menambah ibadah tanpa pamer, memperbaiki niat tanpa gaduh, dan mendekat kepada Allah dengan langkah yang tenang. Sya’ban mengajarkan bahwa cinta kepada Rasul tidak selalu ditunjukkan dengan hal besar, tetapi dengan kesetiaan kecil yang konsisten.
Semoga di bulan Sya’ban ini, kita tidak hanya sekadar menunggu Ramadhan, tetapi benar-benar mempersiapkan diri. Mengisi hari-harinya dengan sholawat, taubat, dan amal yang sederhana namun jujur. Hingga ketika Ramadhan tiba, hati kita sudah lebih siap—lebih lapang, lebih lembut, dan lebih dekat kepada Allah serta Rasul-Nya ﷺ.
Untuk informasi dan donasi online:
1. Kunjungi www.yiaipeduli.or.id, menu Donasi
2. Pilih program
3. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
4. Masukkan nominal donasi
5. Pilih metode pembayaran melalui Pembayaran Instan, Virtual Account, Transfer Bank
6. Transfer ke nomor rekening yang tertera
7. Konfirmasi Ke WA Center Kami
Wa Center : +62 822 9509 2025
Website : https://yiaipeduli.or.id
Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya.
Semoga Allah membalas semua kebaikan Sahabat Kebaikan.
Baca artikel menarik lainnya:
Ramainya Konten Hiburan, Sepinya Konten Kebaikan
Jangan Biarkan Anak Tumbuh Tanpa Pilihan!! Mereka Berhak Memiliki Masa Depan
Sedekah Subuh: Amalan Kecil di Waktu Spesial, Balasan Besar Tanpa Batas
Untuk mendapatkan lebih banyak informasi follow:
Instagram : https://www.instagram.com/iai__foundation/
facebook : https://web.facebook.com/InsanAnugrahIndonesia?_rdc=1&_rdr#
Youtube : https://www.youtube.com/@yayasaninsananugrahindones5626
#AnugrahUntukSemua
Klik dibawah untuk donasi kepada anak yatim👇👇